Selasa Pahing,  13 November 2018 01:38 WITA
Jl. Basuki Rachmat Niti Mandala Renon, Bali
birohumas@baliprov.go.id
+62 361 - 224671 ext 503 (Hotline)
   
FOTO KEGIATAN
Foto Kegiatan Lainnya

TABLOID BALI MANDARA

November, 2018
MSSR KJS
    123
45678910
1112 1314151617
18192021222324
252627282930 

KRITIK DAN SARAN
21 April 2018
  iwayan budihartawan
  Penyaluran Bedah Rumah Yang Tepat
 
08 Februari 2018
  Alvin Perdana
  Pantai Kuta penuh sampah
 
01 Februari 2018
  I Gede Ardana
  Toilet di kantin ktr gubeenur bali
 
06 Januari 2018
  Putu sugianto
  Bedah rumah
 
18 Desember 2017
  Gede Arnaya
  SK Gubernur terkait Dispensasi hari Suci Hindu
 


Chat Support
  Chatting Support 1 :
Chatting Support 2 :
 
 
BERITA DETAIL
http://birohumas.baliprov.go.id/ - Minggu, 13 Mei 2018
Guru Berharap Bali Bisa Terapkan Satu Kurikulum Mulai Tahun Depan
Dibaca: 260 Pengunjung


Oleh : Biro Humas Setda Prov Bal



Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja pada hari Minggu (13/5) menjadi tempat beberapa warga masyarakat seperti guru, mahasiswa dan warga lainnya untuk menyampaikan aspirasinya tentang berbagai hal yang terjadi di Bali.

Aspirasi pertama datang dari Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Bali, Dr I Gede Wenten Aryasuda, MPd. Ia secara khusus menyoroti persoalan menurunnya rata-rata ujian nasional di jenjang SMA/SMK yang baru-baru ini sudah diumumkan hasilnya. Ia menengarai ada beberapa faktor penyebab hal itu terjadi. Yang pertama adalah mulai dimasukkannya soal yang berstandar lebih tinggi dalam ujian nasional, terutama yang terkait dengan penerapan standar internasional seperti Programme for International Student Assessment (PISA) dan higher order thinking skills (HOTS). Menurutnya soal ujian nasional seluruhnya berasal dari pusat, sementara untuk ujian sekolah berstandar internasional 25 persen soal dari pusat, dimana bedanya jika tahun lalu hanya untuk tiga mata pelajaran, maka tahun ini semua mata pelajaran mendapat porsi soal tersebut. Sementara faktor penyebab lainnya adalah perubahan model ujian dari ujian berbasis kertas menjadi berbasis komputer atau online.

Ia berharap pemerintah segera menghapus dualisme kurikulum yang ada. Saat ini ada dua kurikulum yang dipakai yakni kurikulum 2006 dan kurikulum 2013 yang sudah mengacu kepada standar internasional. Hanya saja belum semua sekolah menerapkan kurikulum 2013, baru pilot project di beberapa sekolah. Kepada Pemerintah Provinsi Bali, agar memberlakukan satu kurikulum, yakni K13, karena sudah mengadopsi PISA dan HOTS, dengan segala resikonya,” kata Aryasuda. Selain itu, ia juga mengusulkan agar mengkaji kembali soal ujian agar sesuai dengan kemampuan dan tingkat stres siswa serta menambah kekurangan guru di beberapa sekolah.

Selanjutnya ada mahasiswa LPBA bernama Anastasia yang menyampaikan aspirasi dalam bahasa inggris. Ia menyoroti soal integrasi dan persatuan bangsa yang tergganggu oleh keberadaan kelompok-kelompko tertentu yang mengancam kesatuan negara. Ia mengajak anak muda untuk berperan serta untuk mempersatukan kembali Indonesia dan menghormati perbedaan yang ada.

Pengguna lapangan Puputan Margarana, Wayan Gelgel menyoroti jalur batu yang sering dipakai jalan kaki orang tua. Jalur itu menurutnya ada yang bopeng dan rusak khususnya di sebelah timur. Ia berharap agar bisa diperbaiki dan dibuat lebih tinggi sedikit. Warga Denpasar ini meminta pengelola mewaspadai adanya benda-benda tajam di jalur itu yang berbahaya untuk penggunanya.

Terakhir ada warga Desa Mayong, Seririt, Buleleng bernama Made Sukmawan yang menyoroti hasil debat terbuka calon Gubernur Bali. Ia menilai apa yang disampaikan kedua calon khususnya mengenai sinergi pariwisata dan pertanian masih bersifat umum. Ia memberikan gambaran biaya yang harus dikeluarkan petani dengan pendapatan yang diterima. “Sanggupkan pemerintah memberikan fasilitas pertanian seperti traktor gratis, pupuk gratis atau nilai tambah lain untuk petani,” kata Sukmawan. Ia menyayangkan belum ada calon Gubernur yang berbicara secara detil soal ini.

Ia juga berbicara soal kekhawatiran hilangnya budaya penamaan anak Bali apabila KB diterapkan. Menurutnya pemerintah perlu mendukung misalnya dengan memberi fasilitas persalinan gratis.
 


Dibaca: 260 Pengunjung


 
Berita Lainnya
19 Juli 2018 : Terima 30 Orang CPNS Kemendagri Lulusan IPDN, Sekda Dewa Indra Tekankan Jangan Bersikap Eksklusif
18 Juli 2018 : Gubernur Pastika : Perdalam Pemahaman Makna Upacara, Pertebal Sradha dan Bhakti Kehidupan Beragama Umat Hindu
18 Juli 2018 : KUNJUNGI SURABAYA, BIRO HUMAS DAN PROTOKOL SETDA PROV. BALI MENGGANDENG AWAK MEDIA UNTUK MENGETAHUI PENGOLAHAN SAMPAH
17 Juli 2018 : Perlahan Penuhi Kuota Ideal, Kepala BPSDM Lantik Widyaiswara
17 Juli 2018 : Gubernur Pastika Ambil Sumpah 50 PNS di Lingkungan Pemprov Bali
Cari berita :    
 
YOUTUBE
Video Kegiatan Lainnya

VIDEO STREAMING
Perbesar Video

INFO PENTING
Bali Safety
 
Daftar Muspida/Pejabat
 
Kedutaan Asing
 
Kurs Rupiah
 
Layanan Pengadaan Secara Elektronik
 
Nomor Telpon Penting
 
Rumah Sakit di Bali
 

JAJAK PENDAPAT
Apakah Anda Sudah Memahami Program Bali Mandara ?
Sangat Paham
Paham
Agak Paham
Belum Paham
 
Responden : 332 Responden
Lihat hasil





Informasi

Beranda
 
Peta Situs
 
Situs Terkait
 
Saran
 
Kontak
 
Mobile
 

Situs Terkait
 
Data Peraturan Hukum Provinsi Bali
 
Pemerintah Kabupaten Jembrana
 
Pemerintah Kabupaten Bangli
 
Pemerintah Kota Denpasar
 
Pemerintahan Kabupaten Karangasem
 
Situs Terkait Lainnya
Pengunjung


6065910

Pengunjung hari ini : 106
Total pengunjung : 746347

Hits hari ini : 398
Total Hits : 6065910

Pengunjung Online: 13


Info Kontak

Jl. Basuki Rachmat Niti Mandala Renon, Bali
Telp : +62 361 - 224671 ext 503 (Hotline)
Telp : +62811 3881 875 (SMS)
Email : birohumas@baliprov.go.id
Website : http://birohumas.baliprov.go.id


Copyright © 2013 birohumas.baliprov.go.id - Biro Humas Sekretariat Daerah Provinsi Bali - Bali Indonesia. All Right Reserved.